My Tweet My Tweet My Tweet Google Plus My youtube

Minggu, 15 April 2012

Kemana Kami Memohon

"Sebuah dilema memang ketika kita sebagai rakyat kecil merasa tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah. Sedangkan ketika kami dituntut membayar kewajiban sebagai seorang warga negara, kami harus rela memberikannya walau Pemerintah tak pernah tahu dari mana kami mendapatkannya, dengan apa kami mendapatkannya. Kami selalu patuh terhadap apa yang menjadi kewajiban kami karena kami rakyat yang patuh."

Mimpi hanya tinggalah mimpi bagi kami sebagai rakyat kecil, ketika sarana penunjang perekonomian sudah tak layak kami gunakan. Jalan merupakan modal utama buat kami, agar hasil dari jerih payah kami selama ini baik di kebun, di sawah, di ladang tak lagi tersendat dengan adanya jalan yang sudah tak layak dikatakan jalan. 

Kami tidak tahu apakah memang kami sebagai rakyat kecil yang terlalu ingin diperhatikan?
Kami tidak tahu apakah memang pemimpin kami ditingkat Desa tak pernah peduli memperjuangkan nasib kami?
Kami tidak tahu apakah memang Pemimpin kami di tingkat Kabupaten yang tak lagi peduli dengan kami?

Padahal ketika mereka ada maunya terhadap kami, mereka seolah mendekat, seolah menganggap kami ada, menganggap kami keluarga, datang dengan senyuman dan kadang santunan, mengumbar seribu bahkan ratusan ribu janji. Tapi apa dikata ketika mereka telah duduk disinggasana, tak ada lagi senyum menyapa kami bahkan lambaian tanganpun seolah enggan mereka berikan. 

Inilah potret buram Kampoeng kami Desa Panulisan - Kecamatan Dayeuhluhur - Kabupaten Cilacap - Jawa Tengah, ditanah yang subur dan di negeri "Aspal". Apakah masih pantas ini disebut sebagai jalan buat kami? 

Jalan Raya Panulisan - warung Batok

Genangan air di jalan lintas Warung batok

jalanan dimusim hujan

Cecep Adi Kustaman alias Urang Kampung

Anak desa yang berusaha tidak ke desa-desaan, ingin membangun Desa tapi masih bingung caranya, sangat senang dengan jalan-jalan, tukang utak-atik template blog, hoby sepak bola dan menembak, paling doyan sama cenil, klepon, dan cimplung.
Bagikan Artikel ini:
Adsense Indonesia Adsense Indonesia
Baca artikel lainnya:
Komentar
36 Komentar

36 comments

15 April 2012 15.59

Untuk apa tergantung sama pemerintah..
Pintalah segala sesuatu kepada sang pencipta..
Yakni kepada Allah SWT

15 April 2012 16.56

nggak cuma di saya aja ya.. tempat saya juga banyak lubangnya... nggak bisa menikmati jalan mulus... mudah mudahan segera di perbaiki..

15 April 2012 18.09

@Hiaku Herry saya tahu...tapi setidaknya karena kami telah melaksanakan kewajiban sebagai warga negara saja makanya kami meminta setidaknya hak kami sebagai warga negara/rakyatnya. Karena jalan tersebut adalah masih tanggung jawab pemerintah belum menjadi tanggung jawab kami. Kalo untuk jalan yg menjadi tgung jawab kami, biasanya kami swadaya untuk mengaspalnya. :)

15 April 2012 18.11

@agus bg Ya itulah potret bangsa ini, sebenarnya memang masih banyak jalan2 yg hampir sama dg di foto tersebut. Kadang sarana dan prasarana tidak diperhatikan, padahal bukan cuma lowongan kerja saja atau pendidikan gratis saja yg perlu diperhatikan tapi sarananya juga. Perusahaanpun pasti akan menimbang jalan sebaai faktor yg tidak bsa diabaikan.

15 April 2012 22.06

Kunjungan malam sobat
itu jalan sobat
entahlah sobat
mungkin mereka semua sudah ditulikan dan dibutakan dg jabatan

15 April 2012 22.17

@rizki_ris Mungkin seperti itulah..atau memang uangnya habis dipakai korupsi..atau bt dana lain.he

16 April 2012 07.57

sepertinya dimana-mana sama :D
kita mohon pada Yang Maha Kuasa :D
salam

16 April 2012 11.30

Kalau saya seh paling males ngarepin pemerintah turun tangan. Lebih baik kumpulin teman yang punya ide sana trus patungan buat ngerjain sesuatu.

16 April 2012 11.48

teruslah memohon kepada Tuhan... ^^

16 April 2012 12.53

@WaroengBlogger Sepakat sob.....ya mungkin inilah negeri kita. tetep aja rakyat yg sengsara....yg senang yg dahulu merengek pada rakyat.

16 April 2012 12.57

@kotakpermen Betul sich....tapi sayangnya baru2 ini jga sudah bayar diminta bayar PBB bt perbaikan jalan lingkungan sepanjang 1 KM. sedang jalan yg rusak ini mencapai 3 KM(kewajiban PU). Masa kami harus mengeluarkan PBB lagi? sedang sebelumnya kami membayar PBB rutin ke kabupaten.hehe...

16 April 2012 12.57

@nuel Memohon dan berusaha mencaro solusi tentunya ya sob? :)

16 April 2012 13.54

bener-bener parah tu jalan.. dah bukan jalan lagi tu namanya.. ckckck

mending swadaya aja mas,, kalo nggak ya minta bantuan ma LSM2 gitu lah.. ngandelin pemerintah mah sama aja omong kosong.. nggak ada gunannya..

16 April 2012 14.48

Kalau yang kayak gini kita mesti memberi tahu pemerintah pusat atau pemerintah daerah ?, karena menurut saya semenjak otonomi daerah, di beberapa sektor menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tapi kita selalu menyalahkan pemerintah pusat.

16 April 2012 16.45

@AhSyai sebenarnya sudah swadaya cuma bt jalan kampung bukan jalan desa. jalan desa masih dlm tgung jwb PU.

16 April 2012 16.46

@molen Ini masih tgung jawab pemerintah daerah kabupaten. karena ini jalan desa bukan jalan kampung...

16 April 2012 19.23

jalannya masih kelihatan seperti sawah, mestinya ditanam dengan padi

16 April 2012 23.05

wah itu sih seperti sawah yang ada aspalnya, semoga pemerintah daerah memperhatikan dan bisa membangun sarana transportasi untuk mendukung perekonomian warga sekitar.

17 April 2012 04.45

memang seperti itulah potret suram negeri ini, tak hanya disana, bahkan hampir disemua tempat ada hal semacam itu

17 April 2012 05.13

@garammanis Emang iya..apalagi pinggir sawah persis

17 April 2012 05.13

@Irawan Semoga pada terketuk hatinya.....

17 April 2012 05.14

@dhenycahyoe Ya memang seperti itu..hanya bisa menikmati tanpa bisa memperbaiki.

17 April 2012 05.38

betul tuh, kalau mereka butuh saja mereka mendekat kalau gak butuh kita di buang jauh2 gak mikirin rakyatX lagi :((

17 April 2012 12.48

@system of blog Ya begitulah memang adanya.....habis manis sepah dibuang.

17 April 2012 14.42

duh eta teh balong, walungan ta jalan
sae upami dipelakan lauk mah sigana
mani pikasediheun

17 April 2012 16.11

mungkin nanti kang jalan tsb akan diperbaiki,ketika masa pemilu tiba, akan ada caleg ataupun capres yang akan peduli dengan jalan tsb...

17 April 2012 22.31

Walah, itu jalan kok dibuat jadi sawah sih *gdbrakkk.....
Hallo pemkot cilacap? are you sleeping?

20 April 2012 14.03

kalau ngomongin pemerintah memang ga ada abisnya, ada aja kekurangan/kesalahannya... eee.. gimana kalo dikumpulkan sumbangan dari warga atau minta bantuan orang yang kaya di daerah situ atau dibuat bazar? mungkin jalanannya ga semulus yang diharapkan tapi minimal bisa dilewatin #IMHO :)

20 April 2012 14.16

@achoey el haris Jalan anu berubah fungsi jadi walungan..he

20 April 2012 14.17

@aming Harusnya sekarang sdh ada soalnya bulan 9 nanti pemilikada bupati. tp blm ada yg peduli.he

20 April 2012 14.18

@die sibuk mikirin diri sendiri....beda sama ketika dipilih..

20 April 2012 14.20

@NF Masalahnya ini jalan kewenangan dr PU/pemerintah yg mengaspalnya sejak dahulu kala.jika kami yg mengaspal keenakan pemerintah donk...nti anggaran bt jalan ini mlh dipakai bt nebelin saku masing2.he.....karena jalannya sdh kami aspal.

23 April 2012 09.02

mintanya kalo mau pilkada sob pasti dipenuhi, maklum biar kepilih lagi, tapi harus nunggu beberapa tahun lagi yah hehehe....

23 April 2012 09.12

@Muro'i El-Barezymungkin... tapi sampai saat ini belum ada padahal pemilukada bulan september nanti.

16 Juni 2012 18.43

hanya dapat tertunduk sedih tanpa dapat berkata-kata, dalam hati hanya beristigfar, betapa kemana kita harus melangkah?

memberi g+, like, dan share lengkap kang...keun urang uar keun ka dunia, beh aya nu eraeun...:o)

16 Juni 2012 19.12

@Desa Cilembu haturnuhun kang....mudah2an aya anu peduli...


Poskan Komentar

Dimohon untuk berkomentar sesuai dengan isi posting dan tidak menulis Link Aktif pada komentar. Terima kasih

Google+ Followers

Kuliner Sunda

Permainan Sunda

 

Permainan

Kasundaan

Sejarah

Pertanian

Kuliner

Kamus Sunda