My Tweet My Tweet My Tweet Google Plus My youtube

Minggu, 24 Juni 2012

Upacara Adat Sunda: Si Lengser Dalam Acara Pernikahan

Si Lengser dalam upacara pernikahan
Kabupaten Cilacap sangat identik dengan adat istiadat jawa, namun di sebagian daerah terutama di dua wilayah kecamatan yaitu Dayeuhluhur dan Wanareja adat sunda masih sering dipakai dalam setiap ada acara, termasuk dalam acara nikahan. Hal ini tak lepas dari sejarah di masa lalu dimana wilayah Dayeuhluhur sampai Majenang dikuasai oleh kerajaan dari tatar Sunda yaitu Pajajaran dan Galuh. Oleh sebab itu, di kedua wilayah tersebut terutama di wilayah Kecamatan Dayeuhluhur bahasa, adat, dan kebudayaan yang sering dipakai adalah sunda.

Karenanya tidak aneh lagi apabila dalam hal pernikahan Adat sundalah yang sering digunakan, dari mulai acara lamaran, siraman, seserahan, ngeuyeuk seureuh, dan nikahan. Sebelum acara pernikahan dimulai biasanya rombongan pengantin Pria akan disambut oleh Si Lengser yang ditemani oleh mamayang dan ponggawa serta alunan musik degung, yang diberi nama Mapag panganten. Si Lengser sendiri merupakan simbol dari ketua adat atau kokolot yang memandu jalan pengantin menuju pelaminan. 

Pakaian yang dipakai Si Lengser sendiri biasanya berwarna serba hitam, dengan membawa tas anyaman yang terbuat dari daun lontar. Tas ini sendiri berfungsi sebagai tempat untuk membawa peralatan yang dibutuhkan selama prosesi berlangsung, biasanya berupa kemenyan dan tempat membakarnya. Tingkah laku serta dandanan dari Si Lengser ini sendiri bisa membuat gelak tawa, dengan tingkahnya yang lucu sembari komat kamit membacakan mantra. 

Setelah prosesi membakar kemenyan, biasanya dilanjutkan dengan datangnya seorang pembawa payung  untuk memayungi mempelai pria, dilanjutkan iringan ponggawa yang membawa semacam umbul-umbul, dan terakhir yaitu beberapa wanita yang menari sambil melemparkan kembang/kertas dan berjejer disepanjang jalan yang akan dilewati oleh pengantin pria. Barulah setelah itu Si Lengser mempersilahkan rombongan pengantin pria untuk menuju tempat prosesi pernikahan. 

Namun tidak berhenti sampai disini, masih ada rangkaian upacara adat lainnya yang dijalankan setelah ijab kobul diantaranya saweran, nincak endog (menginjak telor), huap lingkung (suapan dari orang tua dan suami istri),  dan pabetot bakakak (saling tarik ayam bakar kampung yang utuh). Kesemua prosesi tersebut mempunyai arti atau makna tersendiri misal saweran mengandung arti berbagi rejeki dan kebahagiaan; nincak endog mengandung arti pengabdian seorang istri kepada suami yang dimulai saat itu juga; suapan mengandung arti sebagai suapan terakhir dari orang tua karena setelah berkeluarga, kedua anak mereka harus mencari sendiri sumber kebutuhan hidup mereka dan juga menandakan bahwa kasih sayang kedua orang tua terhadap anak dan menantu itu sama besarnya.

Mungkin ini hanya sebagian saja dari adat pernikahan yang masih menggunakan adat sunda, tiap daerah di wilayah sunda tentunya tidak semuanya sama, ada juga yang melepas burung merpati atau membakar harupat (lidi dari pohon aren yang terdapat pada ijuk). Nilai-nilai atau makna yang terkandung didalamnyalah yang sepatutnya kita pelajari dan kita jalankan dari setiap proses pernikahan tersebut, agar dalam menjalankan bahtera rumah tangga tidak akan ada halang merintang dan selamanya bahagia. Selain itu sebagai orang sunda atau orang manapun yang mempunyai adat istiadat dari leluhur kita hendaknya terus dijaga agar tidak punah.

Silahkan lihat video Si Lengser :
1. Si Lengser Part 1
2. Si Lengser Part 2
3. Si Lengser part 3
4. Si Lengser part 4
5. Si Lengser part 5

Cecep Adi Kustaman alias Urang Kampung

Anak desa yang berusaha tidak ke desa-desaan, ingin membangun Desa tapi masih bingung caranya, sangat senang dengan jalan-jalan, tukang utak-atik template blog, hoby sepak bola dan menembak, paling doyan sama cenil, klepon, dan cimplung.
Bagikan Artikel ini:
Adsense Indonesia
Baca artikel menarik lainnya:
Komentar
18 Komentar

18 comments

25 Juni 2012 01.12

Iya bener upacara adat yang tak pernah usang di makan waktu.
Dan aku paling seneng pas pernikahan ada lengsernya, menyambut pengantin pria datang huhuhu..
*jadi inget waktu nikah deh* ..

25 Juni 2012 16.01

belum pernah sih liat acara pernikahan sunda, ternyata unik ya... karena itu sebagian dari adat memang perlu di lestarikan...

25 Juni 2012 23.16

sisi unik dari negeri kita ini,, hmm,,, terima kasih sob tuk artikelnya,, jd tambah pengetahuan :)

26 Juni 2012 14.39

Wah. Ternyata unik juga ya. Tapi sayangnya gak punya teman akrab asli sunda.

26 Juni 2012 15.12

Begitu kayanya Indonesia...
Bangga jadi putera Indonesia :D

26 Juni 2012 18.34

mari kita lestarikan budaya daerah supaya tidak diklaim negara lain.:)

26 Juni 2012 22.40

@Nchie Hanie betul sekali...memang bagaimanapun budaya harus kita jaga, karena budaya dan adat adalah ciri khas suatu bangsa.

26 Juni 2012 22.41

@agus bg Semoga saja suatu saat ada teman atau sodara yg nikah sama perempuan sunda, jadi bisa melihatnya.

26 Juni 2012 22.42

@Nyayu Amibae Betul...apalagi Indonesia terdiri dari beberapa suku, jelas adat dan kebudayaan makin banyak, dan ini perlu kita jaga dan lestarikan serta di akui keberadaannya. sama-sama semoga memang membawa manfaat buat kita semua.

26 Juni 2012 22.43

@Madjongke Saya do'akan semoga punya sob...jadi bisa saling tukar informasi.

26 Juni 2012 22.44

@Danu Akbar betul...akan tetapi pemerintah tidak serius menghargainya...apresiasi kurang.

26 Juni 2012 22.44

@agriculturproduct Sepakat.....kebanyakan ngurus duit korupsi sama kebanyakn ngurus partai jadinya lupa sama budaya sendiri.

31 Juli 2012 13.29

hah..jadi inget pas nikahan dulu! Hm...cuma kayaknya ada beberapa acara adat yg dilewat, takut kelamaan! kasian tamu udah pada laper!

4 Agustus 2012 18.14

@Popi Hmmmmmm..pake adat sunda juga tho dlu nikahnya...

17 September 2012 15.46

mmhhh sekarang sudah jarang lihat si lengser :(

22 November 2012 18.54

Aku keturunan sunda, tapi sekarang gk kenal dengan budaya sunda....

22 Desember 2012 23.10

@gondok beracun betul..kebanyakan adat sudah jarang dipakai, ada beberapa kondisi diantaranya keuangan dan keinginan.he

22 Desember 2012 23.12

@Video Dangdut Panggung Kadang orang tua memang tidak engajarkan semua itu, itu tergantung dimana kita berada. orang tua sekarang lebih memilih mendidik dengan bahasa indonesia ketimbang bahasa ibunya sendiri.


Poskan Komentar

Dimohon untuk berkomentar sesuai dengan isi posting dan tidak menulis Link Aktif pada komentar. Terima kasih

Lazada Indonesia

Ragam Kuliner Sunda

artikel lainnya>>>

Google+ Followers

 

Permainan

Kasundaan

Sejarah

Pertanian

Kuliner

Kamus Sunda