My Tweet My Tweet My Tweet Google Plus My youtube

Minggu, 30 Desember 2012

Pembangunan Bendungan Matenggeng antara mitos dan harapan

Bendungan matenggeng
Bendungan Matenggeng merupakan nama dari Bendungan yang akan dibangun sekitar tahun 2017 mendatang tepatnya di Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur kabupaten Cilacap. Bendungan ini akan dibangun sekitar 100-150 meter sebelum Pongpet (lihat foto), pongpet merupakan bagian dari sungai Cijolang yang mengerucut menjadi hanya sekitar 1-2 meter.

Banyak mitos mengenai tempat ini yang berkembang di masyarakat, mitos pertama adalah bahwa setiap orang yang akan menyebrang dengan melompat ,maka dia akan jatuh dan terbawa arus karena tidak sampai di ujung walau jaraknya dekat, sehingga sejak dahulu ditempat tersebut dipasang bambu untuk tempat menyebrang. Selain itu menurut orang tua jaman dulu, bahwa Belanda pernah membuat jembatan untuk menghubungkan antara sisi satu dengan sisi satunya namun tidak selesai dikarenakan sungainya semakin melebar.

Namun kalo kita lihat dengan kenyataan dilapangan, bahwa mitos pertama tersebut bisa saja benar adanya dikarenakan aliran sungai Cijolang yang besar kemudian menjadi sempit dan menurun akan sangat dimungkinkan aliran air sungainya menjadi deras sehingga mungkin menimbulkan daya magnet. Dan konon juga bahwa dengan banyaknya pasir di dekat perbatasan (jabar-jateng) yang sekarang banyak ditambang oleh masyarakat itu berasal dari tempat ini, dimana sering dikatakan bahwa Pongpetlah sebagai pabrik penggilingan batu sehingga menjadi bentuk pasir yang kecil.

Mitos kedua adalah dimana banyak orang disekitar tempat ini yang sering mendengar dan melihat bahwa kadang terlihat ada tumpukan besi yang sangat banyak, ditambah pada malam-malam tertentu akan terdengar suara besi dipukul-pukul layaknya sedang ada pembangunan.

Mitos ketiga adalah bahwa apabila suatu saat nanti ditempat tersebut dibangun Bendungan, penghuni Pongpet meminta korban sebanyak 1 manggar pohon aren dan akan jebol sebanyak 3 kali. Bisa dibayangkan mungkin berapa ribu buah disetiap manggar pohon aren. Namun itu hanya sebatas mitos yang berkembang turun temurun lewat generasi ke generasi, dan semoga saja mitos ini hanya cerita yang tanpa bukti dan kenyataan.

O iya....adanya rencana pembangunan bendungan ini memang sudah ada sejak sekitar tahun 1965an dan telah dilakukan study oleh orang luar negeri, dan memang dinyatakan layak untuk dijadikan bendungan. Namun baru pada tahun-tahun ini pemerintah akan merealisasikan pembangunan Bendung Matenggeng ini.

Pembangunan Bendungan Matenggeng ini pada dasarnya untuk mengendalikan banjir di daerah hilir, juga untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang diperkirakan akan menghasilkan 20 – 30 Mega Watt, pengairan irigasi yang diperkirakan dapat mengairi 16.000 hektar sawah, untuk mencukupi kebutuhan air baku, dan sebagai tempat wisata.

Yang pasti dengan pembangunan bendungan Matenggeng ini akan ada pihak yang dikorbankan yaitu masyarakat sekitar terutama yang masuk kedalam peta pembangunan dan rendaman air bendungan. Dimana akan ada 8 desa yang akan tergenang air baik sebagian atau keseluruhan yaitu Dayeuhluhur, Matenggeng, Ciwalen, Bolang, Kutaagung, Datar, Cijeruk, dan Bingkeng. Selain itu ada juga Desa di wilayah Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis yang akan terendam juga. 

Semoga saja setiap usaha pemerintah ini mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar dan masyarakat umum. Dan kelak wilayah Dayeuhluhur bisa menjadi salah satu potensi wisata yang dapat dibanggakan di wilayah Cilacap bagian barat.

Cecep Adi Kustaman alias Urang Kampung

Anak desa yang berusaha tidak ke desa-desaan, ingin membangun Desa tapi masih bingung caranya, sangat senang dengan jalan-jalan, tukang utak-atik XHTML dan paling senang dengan namanya internet, hoby sepak bola, paling doyan sama cenil, klepon, dan cimplung.
Bagikan Artikel ini:
Adsense Indonesia Adsense Indonesia
Komentar
26 Komentar

26 comments

30 Desember 2012 23.06

lama juga rencananya ya mas dari tahun 1960an... ya moga aja cepat selesai dan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar...

31 Desember 2012 09.02

Waaahh...bukannya percaya mitos, tapi pake jembatan walaupun hanya bambu emang lebih aman..safety first..hehe

Oh ya..Kunjungan perdana, salam kenal mas :)

1 Januari 2013 23.50

waah, mitos tuhh :))

2 Januari 2013 12.11

mitos...selalu menjadi magnet tersendiri bagi tempat tersebut,
dan semoga pembangunan bendungannya bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak :-)

2 Januari 2013 12.43

Menambah pengetahuan ya..:)
terimakasih..
Berkunjung juga ya sesekali ke blog ku..:)

2 Januari 2013 21.42

semoga saja masyarakat yang tergusur diberikan kompensasi yang sebanding :) mitos? walaupun kebenarannya masih dipertanyakan tapi tetap aja bikin orang jadi lebih berhati2

Anonim
3 Januari 2013 00.58

Hadeh, kebon urang keur di ukur jeng ngien jalan ka bendungan, daerah sikluk, jolengar, cibadak (desa matenggeng)....tulus jiganamah euy

3 Januari 2013 14.52

@agus bg Sekitar tahun 1965an, pernah dilakukan study kalayakan pembangunan yg pertama kemudian sekitar tahun 1985 juga pernah dilaksanakan. namun baru sekarang ini akan direalisasikan proyek bendung matenggeng tersebut...

3 Januari 2013 14.54

@Irly Salam kenal kembali....memang betul sich..kalo sudah ada jembatan walau dari bambu kenapa mesti loncat.he....

3 Januari 2013 14.56

@Fellicia betul sekali...kalo kita tinggal dipedesaan akan banyak mitos yg mengelilinginya. Tapi mitos juga bisa kita jadikan untuk lebih hati-hati dalam bertindak. Percaya atau tidak kepada mitos tinggal tergantung diri kita masing2.

3 Januari 2013 14.57

@BlogS of Hariyanto betul...semoga saja membawa banyak manfaat. Dan dengan mitos pula banyak tempat di pedesaan yang masih alami....

3 Januari 2013 14.58

@Gps Semoga bisa menambah pengetahuna buta orang banyak...terima kasih atas kunjungannya....salam kenal kembali

3 Januari 2013 15.00

@NF Betul sekali..kadang kita menghawatirkan masalah itu juga, banyak kejadian dimana masyarakat benar2 dirugikan dengan adanya proyek2. diantaranya pemotongan2, ganti rugi yg tidak sepadan, dan lain-lain.

Dan berkat mitos pula banyak tempat yg terjaga keasriannya dan kelestariannya.

3 Januari 2013 15.01

@Anonim Siap2 meunang kompensasi atuh.hehe.... mudah2an sing saling menguntungkan nya kang...

7 Januari 2013 15.21

Semoga pembangunan bendunagnnya cepat terselesaikan..
dan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat..
masalah mitos, pasti akan selalu ada ..!!

salam kenal

Anonim
8 Februari 2013 18.19

bolehh ajah di bangun tapii jangan sampai merugikan daerah dayeuhluhur dan sekitarnya,, aku malah takut yang nama nya mitos,, tumbal nya 1 mnggar pohon,, buka sch percya mitoss,, tapii akku selagi orang dayeuhluhur,,

9 Februari 2013 00.24

@jasa review produk Amiin..semoga saja dan memang hanya mitos bukan jadi kanyataan..

9 Februari 2013 00.24

@jasa review produk Amiin..semoga saja dan memang hanya mitos bukan jadi kanyataan..

9 Februari 2013 00.28

@Anonim mudah-mudahan itu tidak terjadi, toh mitos pada dasarnya hanyalah alat untuk menjaga kelstarian alam saja. Tapi banyak pula mitos yg memang jadi kenyataan.

Selain mitos tersebut sebenarnya masih banyak lagi, misal: daerah pesawahan rawa onom(randegan banjar) katanya suatu saat nanti akan jadi lapangan terbang.

9 Februari 2013 00.29

@Anonim mudah-mudahan itu tidak terjadi, toh mitos pada dasarnya hanyalah alat untuk menjaga kelstarian alam saja. Tapi banyak pula mitos yg memang jadi kenyataan.

Selain mitos tersebut sebenarnya masih banyak lagi, misal: daerah pesawahan rawa onom(randegan banjar) katanya suatu saat nanti akan jadi lapangan terbang.

9 Februari 2013 00.29

@Anonim mudah-mudahan itu tidak terjadi, toh mitos pada dasarnya hanyalah alat untuk menjaga kelstarian alam saja. Tapi banyak pula mitos yg memang jadi kenyataan.

Selain mitos tersebut sebenarnya masih banyak lagi, misal: daerah pesawahan rawa onom(randegan banjar) katanya suatu saat nanti akan jadi lapangan terbang.

9 Februari 2013 00.29

@Anonim mudah-mudahan itu tidak terjadi, toh mitos pada dasarnya hanyalah alat untuk menjaga kelstarian alam saja. Tapi banyak pula mitos yg memang jadi kenyataan.

Selain mitos tersebut sebenarnya masih banyak lagi, misal: daerah pesawahan rawa onom(randegan banjar) katanya suatu saat nanti akan jadi lapangan terbang.

9 Februari 2013 00.29

@Anonim mudah-mudahan itu tidak terjadi, toh mitos pada dasarnya hanyalah alat untuk menjaga kelstarian alam saja. Tapi banyak pula mitos yg memang jadi kenyataan.

Selain mitos tersebut sebenarnya masih banyak lagi, misal: daerah pesawahan rawa onom(randegan banjar) katanya suatu saat nanti akan jadi lapangan terbang.

Anonim
25 September 2013 14.49

teu gera-gera breng..

Anonim
3 Desember 2013 18.40

Nya te gra" di garap,,Untung cicadas te kabawa,,,

6 Juni 2014 12.03

Ya saya prnah mendengar,bahkan sring orang tua saya mncritakan akan mitoz itu.
Bahkan d stiap ada prkumpulan orang tua sudah pasti mncritakan hal trrb
bahkan kata'y bndungan trsbt akan jadi satu mlm bukn 30 thn


Poskan Komentar

Dimohon untuk berkomentar sesuai dengan isi posting dan tidak menulis Link Aktif pada komentar. Terima kasih

Google+ Followers

Kuliner Sunda

Permainan Sunda

 

Permainan

Kasundaan

Sejarah

Pertanian

Kuliner