Skip to main content

Berikut Daftar Mobil baru yang Terkena Diskon PPnBM tahun 2021

Mobil Baru yang Bebas PPnBM

Otomotif - Dengan adanya Diskon PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah) untuk mobil baru secara signifikan dapat meningkatkan penjualan mobil. Dimana Kebijakan PPnBM bergerak cepat dan mendorong permintaan yang tinggi dimasyarakat akan jenis kendaraan, oleh karena itu dibutuhkan kapasitas produksi yang tinggi pula untuk memenuhinya. 

Di sisi lain, upaya percepatan  harus sesuai dengan persyaratan dan ketentuan protokol kesehatan saat ini. Pemerintah akan menerapkan ketentuan pelonggaran pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mobil baru. Pembebasan PPnBM akan diterapkan secara bertahap sepanjang tahun 2021 ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya mengatakan, pemerintah menawarkan insentif pengurangan PPnBM untuk kendaraan bermotor di segmen kendaraan 1.500 cc.

Skenarionya adalah 0% PPnBM di bulan Maret-Mei, lalu 50% PPnBM di bulan Juni-Agustus dan PPnBM terakhir di 25% di akhir September-November tahun 2021.

Diharapkan dengan adanya skenario relaksasi PPnBM yang bertahap ini, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta pertumbuhan produksi mencapai 81.752 unit.

Dengan demikian, insentif mobil baru bisa menjangkau model-model seperti Low MPV (Avanza, Xenia, Mobilio, Xpander Cross, Ertiga dan lainnya), Low SUV (Terios, Rush, Xpander Cross, BR-V), sedan Toyota Vios. Namun hal ini tidak berpengaruh pada LCGC (Ayla, Agya, Brio Satya, Calya, Sigra dan Karimun Wagon R) karena mobil murah ini sudah memiliki keistimewaan 0% PPnBM dan akan dikenakan LCGC 0 % mulai bulan Oktober 2021.

Perlu diketahui pembelian mobil baru dan perkiraan dapat PPnBM 0% di bulan Maret kemaren, hal ini jelas-jelas akan mempengaruhi harga mobil yang pada akhirnya menyebabkan harga turun puluhan juta. 

Padahal perlu diketahui bersama, mobil di bawah 1.500 cc (4x2) menyumbang hampir separuh dari penjualan. Berdasarkan data partai besar, kontribusinya adalah 213.146 unit atau hampir 40,6% dari total penjualan tahun lalu.

Airlangga menambahkan, penjualan pada industri otomotif yang bersumber dari pemulihan produksi dapat berdampak luas pada sektor industri lain selain otomotif. Ini termasuk industri bahan baku, yang menyumbang hampir 59% dari industri otomotif.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mengembangkan PPNBM bantuan untuk kendaraan bermotor karena industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang berdampak paling besar terhadap penyebaran COVID-19. Sub industri otomotif, lanjut Airlangga, dapat mencapai angak diatas 700 triliun.

Besar Harapan dengan adanya insentif yang diberikan kepada kendaraan bermotor akan meningkatkan konsumen kelas menengah, sehingga akan berdampak pada meningkatnya penggunaan industri otomotif dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2021 ini.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar