hu Skip to main content

Teknik Budidaya Empon dan Nilam Serta Pengolahan Pasca Panen

Teknik budidaya Empon dan Nilam
KKN PPM UAD Yogyakarta 2010 - Program utama KKN PPM UAD 2010 mulai dilaksanakan pada siang tadi Senin, 23 Agustus 2010. Antusias warga sangat baik, dari sekitar 60 undangan 90 persennya nya hadir yang terdiri dari para ibu dan bapak-bapak. 

Pelaksanaan hari pertama dalam kegiatan ini yaitu mengambil tema “Budidaya Empon Dan Nilam Serta Pengolahan Pasca Panennya” yang dilaksanakan di RT 47 Dusun Jati Desa Gerbosari tepatnya rumah Bapak Sutriyo Martoyo.

Pembicara didatangkan langsung dari Tawangmangu yaitu orang yang ahli serta menguasai mengenai Empon dan Nilam. Kegiatan mulai dilaksanakan sekitar Pukul 10.15, mundur 15 menit dari jadwal semula pukul 10.00 dikarenakan agak terlambatnya pembicara datang ke tempat pelaksanaan.

Adapun tanaman Empon yang dimaksud adalah Kunyit, temu lawak, kencur dan jahe. Menurut penyebarannya tanaman ini tumbuh hampir diseluruh pulau jawa dan juga wilayah Indonesia lainnya. 

Hasiat Kunyit, Temu Lawak, Jahe dan Kencur

Jahe (Zingiber officinale)

Jahe sendiri didalamnya terdapat kandungan zat aktif yaitu Zingerone, shogaol, gingerol, geraniol, dll.
Khasiat: Mengatasi muntah, mual, masuk angin, peluruh kentut, antiradang, pereda nyeri, sakit kepala.
Cara pakai:
- Sakit tenggorokan: Kunyah jahe yang sudah dicuci bersih. Bisa juga jahe diseduh dengan air panas. Minum teh jahe ini selagi hangat.
- Flu dan masuk angin: Minum 40 teh jahe atau jus jahe dicampur madu.
- Sakit kepala: Jahe tua sebesar ibu jari dicuci bersih, memarkan, rebus dengan dua gelas air, tambahkan gula aren, didihkan. Minum selagi hangat.
- Gangguan pencernaan: Seduh jahe dengan air panas, airnya diminum.
- Bengkak atau terkilir: Jahe diparut atau dijus lalu balurkan ke bagian yang sakit. Bisa juga jahe dicampur garam atau asam jawa yang matang.

Kunyit  (Curcuma domestica Val.)

Kandungan zat aktif: Minyak atsiri, curcumin, polifenol.
Khasiat: Antioksidan, antikolesterol, antiketombe, mengatasi diare, kulit gatal, bengkak, panas dalam, hepatitis, mual.
Cara pakai:
- Antiketombe: Tumbuk kunyit hingga halus, oleskan pada kulit kepala sambil dipijat-pijat. Biarkan semalam, dan esok harinya cuci rambut.
- Lulur pencerah kulit: Kunyit diparut, campur dengan air dan endapkan. Sari kunyit dicampur tepung beras lalu oleskan merata ke seluruh tubuh.
- Diare: Setengah rimpang kunyit, cuci dan iris tipis, rebus dengan segelas air, tambahkan 1 sendok teh air kapur, saring, minum tiga kali sehari.
- Mual: Satu rimpang kunyit direbus dengan gula merah, satu gagang asam jawa, dan dua gelas air, hingga tinggal segelas. Air disaring lalu diminum.

Kencur (Kaempferia galangal L.}

Kandungan zat aktif: Minyak atsiri, alkaloid, sineol, borneol, cinnamal, etilalkohol, aldehide.
Khasiat: Mengatasi batuk, pegal-pegal, lelah, letih, lesu, perut kembung, masuk angin, membuat suara bening, melangsingkan.
Cara pakai:
- Muntah-muntah: Kencur dicuci bersih lalu dikunyah bersama sedikit garam. Lakukan hingga keluhan mereda.
- Membeningkan suara dan meredakan batuk: Kunyah kencur yang sudah dicuci bersih seperti makan permen karet.
- Masuk angin atau perut mulas: Satu jari kencur dicuci bersih, parut, tambahkan sedikit garam, diperas dan disaring, lalu diminum airnya.
- Pelangsing: Satu rimpang kencur, 1 sendok teh tepung beras basah, dan 1 potong gula aren dicampur lalu seduh dengan segelas air panas. Saring dan minum tiga kali sehari.

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

Kandungan zat aktif: Minyak atsiri, kanfer, borneol, phelandren, sineol, kurkumin.
Khasiat: Antiradang, antiracun, meredakan sakit maag dan bau mulut.
Cara pakai:
- Sakit maag: Satu rimpang temulawak (besarnya sekepalan tangan) diiris tipis, diangin-anginkan sebentar, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga air menjadi 1 gelas. Air disaring dan diminum selagi hangat. Bisa ditambah madu.
- Menjaga hati dan mengatasi sakit perut: Satu rimpang temulawak, asam jawa, dan gula aren secukupnya direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal 2 gelas, disaring dan air diminum.
- Bau mulut: 45 gr temulawak dan gula aren secukupnya direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal setengah gelas. Minum ramuan ini 2 kali sehari.
- Biang keringat (alergi): Lima ruas temulawak dimemarkan, direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal separuhnya, saring, lalu minum. Sumber: (http://darfaherba.blogspot.com/2008/06/empon-empon-berkhasiat-obat.html)

Kemudian untuk Tanaman nilam mempunyai julukan keren Pogostemon patchouli atau Pogostemon cablin Benth, alias Pogostemon mentha. Aslinya dari Filipina, tapi sudah dikembangkan juga di Malaysia, Madagaskar, Paraguay, Brasil, dan Indonesia. Gara-gara banyak ditanam di Aceh, lantas juga dijuluki nilam aceh. Varietas ini banyak dibudidayakan secara komersial.

Sampai saat ini Daerah Istimewa Aceh, terutama Aceh Selatan dan Tenggara, masih menjadi sentra tanaman nilam terluas di Indonesia (Ditjen Perkebunan, 1997). Disusul Sumatra Utara (Nias, Tapanuli Selatan), Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah (Banyumas, Banjarnegara), dan Jawa Timur (Tulungagung). 

Umumnya, masih didominasi perkebunan rakyat berskala kecil.Potensi daerah inilah yang nantinya dapat dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan. Karena permintaan minyak atsiri diberbagai pasar luar negericukup banyak. Akan tetapi Kontribusi ekspor minyak atsiri relatif kecil terhadap nilai devisa total Indonesia.

*Sumber Referensi: http://bisnisukm.com/peluang-usaha-minyak-atsiri-nilam.html
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar