hu Skip to main content

Kendala Memanen Padi Dijaman Modern

Kendala Memanen Padi Dijaman Modern
Kendala Memanen Padi Dijaman Modern - Masa panen padi adalah saat yang begitu dinanti bagi para petani maupun buruh tani yang ada dimasyarakat pedesaan. Ini adalah akhir dari kerja keras, ketekunan dan keuletan dalam bertani selama sekitar 4 bulan lamanya.

Namun kadang banyak kendala yang ditemui dalam proses memanen padi tersebut, baik yang disebabkan oleh manusia maupun alam. Sehingga kita tidak mungkin menghindarinya paling tidak kita hanya bisa mengusahakan agar tidak semakin besar kendala dalam memanen padi tersebut.

Terutama kendala yang disebabkan oleh alam, semisal curah hujan yang tinggi, terserang hama atau kemungkinan lainnya ketika akan memanen padi di sawah.

Kendala Manusia

Manusia menjadi faktor pertama yang saya lihat sebagai kendala dalam memanen padi di sawah. Ini bukan karena tindakannya, akan tetapi karena jumlah orang yang mencintai dunia pertanian semakin berkurang.

Ditambah lagi sistem pertanian yang dipakai belum semuanya mutlak menggunakan sistem bertani secara modern, akan tetapi semi modern. Banyak kegiatan-kegiatan dalam bertani yang masih dilakukan secara manual, misalnya dalam memanen padi. Jika jumlah orang semakin berkurang akan tetapi jumlah area persawahan tetap, maka bisa kita bayangkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk memanen satu hektar sawah yang ada.

Kegiatan memanen padi biasanya dilakukan oleh buruh tani, dengan sistem bagi hasil dari hasil panen yang telah ia kerjakan. Misalkan ketika dahulu dilahan milik orang tua saya, 1/2 hektar sawah dikerjakan oleh sekitar 20-25 orang hanya memerlukan waktu 1-2 hari, kini karena jumlah buruh tani berkurang memerlukan waktu 3-4 hari.

Berkurangnya buruh tani ini disebabkan oleh generasi tua sudah banyak yang meninggal, sedangkan generasi muda yang ada banyak yang melakukan urbanisasi ke kota. Jika hal ini dibiarkan dan sistim bertani masih semi modern, maka bisa dibayangkan beberapa tahun yang akan datang banyak area sawah yang terbengkalai karena tidak ada yang mengerjakannya.

Curah Hujan dan angin

Tidak selamanya musim panen jatuh pada musim kemarau, kadang jatuh pada musim penghujan. Dengan banyaknya curah hujan, area pesawahan menjadi semakin becek dan banyak air. Keadaan ini mengakibatkan padi menjadi berat karena adanya air, ditambah lagi dengan adanya angin besar yang bisa membuat padi jadi roboh.*lihat gambar di atas

Jika padi roboh, dan dibawahnya banyak air dalam jangka waktu 3-4 hari jika padi tidak segera di panen akan berakibat padi menjadi kecambah atau bahkan busuk apabila padi belum begitu tua. Dan lebih parah lagi biasanya buruh tani tidak mau memanen padi dengan keadaan padi yang roboh.

Dengan beberapa kendala diatas tadi, sebenarnya merupakan tugas kita untuk mencari solusi dari setiap keadaan. Agar kendala-kendala tersebut bisa segera diatasi dan tidak merugikan kita sebagai seorang petani. Salah satu contoh mungkin bisa beralih ke pertanian modern, dimana setiap kegiatan dilakukan oleh mesin.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar