hu Skip to main content

Belajar Mengenal Alat bertani orang sunda #1

Urangkampoeng -  Masyarakat sunda, terkenal dengan keterampilannya dalam bertani, malahan ada wilayahnya yang pernah menjadi lumbung padi yaitu karawang dan juga indramayu. Berdasarkan data terbaru dari BPS pusat, Jawa Barat menjadi produsen padi terbesar ketiga di Indonesia pada sekitar awal tahun kemaren. 

Pada tahun 2018, hasil produksi padi di Jawa Barat sebanyak 9.647.358,75 ton, dimana angka tersebut sedikit menyusut menjadi 9.084.957,22 ton di 2019 dan anjlok lagi menjadi 9.016.772,58 ton di 2020.

Sementara dari data untuk luas panen padi, Jawa Barat memiliki lahan seluas 1.707.253,81 hektar di tahun 2018. Kemudian, di 2019 lahan luas panen padi Jawa Barat tercatat 1.578.835,70 hektar dan di 2020 menjadi 1.586.888,63 hektar. 

Tentunya pada saat mengolah lahan pertanian ini, masyarakat sunda pastinya menggunakan alat-alat pertanian. Alat-lat pertanian tersebut terutama yang masih tradisional sekali, karena di Indonesia ini pertanian masi semi modern.

Banyak sekali alat pertanian yang biasanya dipakai oleh para petani untuk mengolah lahan pesawahan, ada yang terbuat dari bahan besi atau juga jenis kayu. Diantaranya:
  1. Cangkul/pacul
  2. Sabit/arit
  3. Parang
  4. Garokan
  5. Lencod
  6. Garitan
  7. Etem/ani-ani
  8. dan lain-lain
Selain dari pada alat pertanian yang hanya digunakan dalam proses menaman sampai memanen, ada juga alat yang digunakan untuk mengeringkan, mengolah, dan menyimpan hasil panen, misalnya:
  1. Giribig
  2. Halu
  3. Lisung
  4. Leuit
  5. dan lain-lain
Mungkin bahasa diatas cukup aneh bagi sebagian orang, karena memang tiap tempat mempunyai bahasa atau penyebutan sendiri. Namun maksud dan fungsinya hampir sama.

Namun dari kesekian alat-alat pertanian tadi lambat laun hilang seiring perkembangan jaman yang semakin maju. Diantaranya yang sudah jarang ditemukan:
  1. Etem
  2. Halu
  3. Lisung
Dari berbagai alat diatas mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing. Misal Pacul/cangkul biasanya digunakan petani untuk mencangkul galengan serta mencangkul area pesawahan untuk ditanami padi. Yang kemudian untuk mempermudahnya digunakan bajak.

Bajak pada jaman dahulu dikerjakan oleh satu atau dua ekor kerbau. Sebenarnya membajak sawah menggunakan kerbau ini lebih menguntungkan dari membajak menggunakan mesin. Misalnya;tanah akan semakin gembur karena dibantu dengan injakan kaki kerbau yang cukup dalam serta proses yang lama,tanah juga akan semakin subur karena kotoran kerbau yang dikeluarkan.

Hanya saja kalau dilihat dari segi waktu pengerjaanya, membajak dengan kerbau akan lama dibandingkan menggunakan mesin. Ditambah lagi sekarang jarang sekali orang yang mempunyai kerbau.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar