Skip to main content

Belajar sunda, mengenal Alat bertani orang sunda #2


Sebagai negara agraris, petani di Indonesia pasti mengenal alat-alat pertanian seperti negara agraris lainnya. Ada yang masih menggunakan alat tradisional, ada juga yang sudah menggunakan alat modern walaupun cara bertaninya masih semi modern.

Indonesia merupakan sebuah negara tropis yang kaya karena diberkahi dengan tanah yang luas dan juga subur apa yang ditanam pasti akan tumbuh. 

Untuk merawat lahan pertanian yang luas ini, diperlukan alat-alat pertanian yang mumpuni dan mudah digunakan.  Secara umum alat pertanian baik modern atau tradisional dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

- Alat pertanian yang digunakan sebelum menanam benih,
- Alat pertanian yang digunakan saat merawat bibit yang tumbuh dan berkembang,
- Alat pertanian yang digunakan saat panen.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas berbagai alat Pertanian yang sering dipakai masyarakat sunda khususnya di daerah Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap. Dimana kebanyakan alat tersebut merupakan alat pertanian tradisional yang masih dipertahankan sampai saat ini.

Berikut ini alat pertanian orang sunda:

Pacul

Pacul dalam bahasa Indonesia sama dengan cangkul, Pacul ini berfungsi untuk membalikkan, memindahkan, dan meratakan tanah persawahan. Pada jaman dahulu sebelum adanya Traktor, pacul menjadi andalan para petani dikala musim tanam dimulai, namun pada jaman sekarang pacul lebih berfungsi untuk membalikan, memindahkan, dan meratakan galengan sawah, yaitu batas antara sawah satu dengan yang lain.

Arit

Arit atau sejenis celurit merupakan alat yang digunakan untuk memotong batang padi pada saat musim panen tiba. Keberadaan Arit ini sebagai pengganti dari terdahulunya yaitu Etem, yang sekarang sudah sulit ditemukan.

Parang

Parang biasanya digunakan sebagai alat potong atau alat tebas (terutama semak belukar) yang ada di galengan/pematang sawah.

Garokan

Garokan merupakan alat untuk meratakan tanah pesawahan sebelum ditanam oleh padi, kadang juga digunakan dalam proses pengeringan padi. Garokan ini biasanya terbuat dari papan, dan diberi gagang, bentuknya menyerupai huruf T.

Untuk garokan yang digunakan pada saat menjemur gabah, biasanya pada salah satu sisi akan bergerigi yang berfungsi untuk membalikan gabah pada saat penjemuran.

Lencod

Lencod ini adalah alat yang terbuat dari besi dengan bentuk mirip dengan sendok garpu. Fungsinya untuk menggali tanah yang keras pada permukaan sawah. 

Garitan

Garitan merupakan alat bantu pertanian, yang berfungsi sebagai pembuat garis di areal pesawahan agar proses penanaman mudah, serta jarak tanaman satu dengan yang lain sama. Biasanya garitan ini memiliki semacam gigi, antara gigi satu dengan lainnya mempunyai jarak yang sama,ada yang memakai 25 Cm dan ada juga yang 30 Cm. 

Jumlah Gigi-gigi ini biasanya tergantung si pembuat, disesuaikan dengan areal pesawahan yang ia miliki serta panjangnya garitan.

Etem

. Etem atau ani-ani merupakan alat tradisional yang digunakan untuk memotong padi, dari batangnya. Pada jaman dahulu hampir semua padi pasti akan dipotong menggunakan etem ini. 

Giribig

Giribig merupakan alas untuk mengeringkan padi, yang terbuat dari bahan bambu yang telah diiris tipis menyerupai dengan bilik yang digunakan untuk dinding rumah jaman dahulu.Proses pengeringan gabah menggunakan giribig lebih efektif karena proses pengeringan biasanya lebih cepat karena menyerap panas.

Halu

Halu merupakan alat tumbuk sejenis tongkat yang biasanya terbuat dari kayu atau pohon kelapa dan sejenisnya yang mempunyai ukuran kurang lebih 1,5 meter dengan lingkarannya sebesar pergelangan tangan orang dewasa. Halu digunakan untuk menumbuk padi pada jaman dahulu, karena tidak ada penggilingan padi. Padi yang ditumbuk biasanya ditaruh di lisung.

Lisung

Lisung merupakan alat menumbuk padi yang berpasangan dengan Halu. Lisung mirip dengan perahu, yang terbuat dari kayu dengan diameter besar, ada yang bentuknya panjang dan ada juga yang persegi, dan dilobangi ditengahnya.

Leuit

Leuit merupakan tempat untuk menyimpan padi hasil dari panen di sawah. Jaman dahulu leuit biasanya berbentuk panggung, yang terbuat dari papan kayu. Namun untuk jaman sekarang orang lebih suka membuatnya dengan bahan dari batu bata, dan bentuknya tak lagi seperti panggung.

Saron

Saron adalah alat bantu untuk memisahkan padi dari tangkainya dengan cara di pukul-pukulkan.
Itulah beberapa penjelasan dari sebagian alat-alat pertanian sunda yang digunakan oleh para petani dipedesaan pada jaman dahulu dan sekarang. Untuk lebih jelasnya pada kesempatan lain akan saya berikan foto mengenai masing-masing alat tersebut agar mudah untuk dipahami. (cak)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar