My Tweet My Tweet My Tweet Google Plus My youtube

Jumat, 14 Juni 2013

Senjata Tradisional Khas Masyarakat Sunda


Bicara masalah senjata tentunya terlintas oleh benak kita bahwa senjata biasanya identik dengan kekerasan. Namun pada dasarnya senjata dibuat bukan untuk digunakan sebagai alat kekerasan akan tetapi untuk perlindungan dan memiliki fungsi yang beragam sesuai jenis senjata yang dibuat.

Sebagaimana yang kita ketahui Indonesia mempunyai beragam suku bangsa yan tentunya memiliki senjata khas masing-masing, ada keris dari jawa, ada celurit dari madura, ada mandau dari kalimantan, ada golok dari betawi dan lain-lain. Masyarakat sunda sendiri memiliki senjata tradisional yang dinamakan Kujang, dimana dahulu banyak difungsikan baik itu sebagai senjata, maupun alat pertanian.

Dari beberapa literatur yang ada Kujang merupakan senjata andalan Prabu Siliwangi yang mempunyai daya magis tersendiri dan sangat ditakuti oleh lawan-lawannya pada waktu itu. Kujang biasanya terbuat dari campuran bahan besi dan baja, dimana satu sisi sngat tajam dan sisi lainnya tidak dan dibuat tipis.

Kalau dilihat secara sepintas Kujang memiliki bentuk yang melengkung, namun berdasarkan beberapa peneliti ada lima bagian dari kujang yang disebut sebagai tajaman, congo, eluk, tadah dan mataPada jaman sekarang, selain fungsi diatas Kujang digunakan sebagai cinderamata, hiasan bahkan di daerah Bogor digunakan sebagai lambang daerah.

Bahkan ada juga yang percaya Kujang yang dibuat pada jaman dahulu adalah benda pusaka yang memiliki nilai sejarah, dan tentunya unsur magis. Namun apapun itu yang terpenting adalah bagaimana kita melestarikan dan menanamkan nilai-nilai falsafah yang benar kepada anak-anak kita mengenai budaya sunda pada khususnya dan budaya indonesia pada umumnya.

Rabu, 12 Juni 2013

Panggilan untuk anak laki-laki dan perempuan dalam masyarakat sunda


Budaya sunda adalah salah satu budaya milik indonesia yang harus tetap dilestarikan agar keberadaannya tidak tergerus oleh budaya asing yang semakin tidak bisa dibendung. Salah satu unsur untuk melestarikan dan memperkenalkan mengenai Kasundaan kepada generasi penerus adalah dengan menyisipkan pelajaran bahasa sunda ke dalam lingkungan sekolah.

Walau hal ini dirasa masih kurang namun setidaknya merupakan nilai plus yang patut diacungi jempol, sebagai upaya melestarikan budaya lokal. Namun ada wacana yang telah beredar dimasyarakat khususnya wilayah sunda, dimana pelajaran mulok bahasa sunda akan ditiadakan.

Apabila hal ini sampai terjadi kemungkinan besar beberapa tahun yang akan datang generasi muda tidak akan mengetahu mengenai Kasundaan, karena terus terang saja dilingkungan rumah tangga, lingkungan pedesaan tidak diajarkan mengenai hal tersebut. Nah untuk itu saya akan mencoba memberikan sedikit pengetahuan saya mengenai Kasundaan terutama mengenai panggilan untuk anak laki-laki dan perempuan dalam masyarakat sunda

Dalam masyarakat sunda anak laki-laki biasanya akan dipanggil "Ujang" atau "jang" sedangkan untuk anak perempuan biasa dipanggil "neng" atau "eneng". Dalam penyebutannya ada yang diikuti dengan nama asli atau cukup dengan kata "ujang' atau "neng", misalkan; jang asep, jang ebin, neng ana, neng ira dan lain sebaginya.

Nah lalu kapan sebutan ini akan hilang, pada umumnya panggilan "ujang" dan "neng" ini akan hilang dengan sendirinya setelah anak tersebut menikah (untuk orang lain). Namun khusus untuk orang tua si anak tersebut panggilan ini biasanya akan terus diucapkan selama mereka masih hidup.

Selain sebagai kata panggilan ada juga orang tua yang menamakan anaknya dengan nama "ujang" atau "neng". Namun hal ini sekarang jarang dilakukan, karena banyak orang tua yang beranggapan bahwa menamakan anak dengan ujang atau neng adalah nama kampungan. Mereka lebih senang menamakan anaknya dengan nama-nama keren atau sesuai dengan idola mereka.

Sebenarnya menamakan anak dengan Ujang atau Neng merupakan salah satu cara dalam melestarikan serta sebagai identitas bahwa anak tersebut berasal dari Sunda. Kalo bukan diri kita yang melestarikannya lalu siapa lagi? Mari kita bahu membahu menjaga keragaman budaya dinegara ini walau hanya sedikit saja.

Jumat, 31 Mei 2013

Menjaga budaya dan adat istiadat leluhur di zaman modern

Kehidupan di pedesaan memang begitu kental dengan budaya dan adat istiadat, serta masih banyak diantaranya yang masih melestarikan budaya leluhur sampai sekarang ini. Kehidupan bergotong royong, tenggang rasa, serta rasa saling menghormati antar warga di pedesaan tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh sederhana ketika ada tetangga yang akan mendirikan rumah, maka tanpa komando mereka akan bahu membahu membantu tanpa meminta bayaran, selain itu keakraban selalu terjalin dengan indahnya. Tidak ada si kaya dan si miskin, tidak ada agama A dan B, tidak ada suku A dan B yang ada adalah rasa persaudaraan.

Walau jaman makin maju dan modern serta banyaknya budaya asing yang masuk, namun tidak membuat hal ini menjadikan budaya lokal yang telah turun temurun serta mendarah daging menjadi hilang begitu saja. Perpaduan antara budaya leluhur dan agama masih bisa dirasakan dalam kehidupan di pedesaan, diantaranya babarit.

Babarit merupakan istilah rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas anugerah yang telah diberikan yaitu berupa keselamatan, kesehatan, dan rejeki. Babarit sendiri biasanya dilakukan menjelang bulan-bulan tertentu misalkan Muharam.

Babarit bisa diartikan sebagai makan bersama disuatu tempat yang telah ditentukan oleh kokolot lembur (orang yang dituakan) dimana masing-masing keluarga akan membawa makanan beserta beberapa ketupat kecil yang dibungkus daun kelapa muda dan bambu beserta tanaman jenis ilalang yang tumbuh ditebing-tebing pekarangan rumah . Tempat yang biasa digunakan untuk melaksanakan acara ini yaitu perempatan atau pertigaan jalan kampung.

Setelah semua warga berkumpul mereka akan menaruh ketupat tadi di sebuah bambu yang telah disiapkan sebelumnya, hal ini juga sebagai pertanda bahwa kegiatan babarit akan segera dilaksanakan. Selanjutnya kokolot lembur akan memimpin do'a dan pada akhir kegiatan mereka akan makan bersama.

Namun perlu diketahui sebelum meninggalkan tempat tersebut, ketupat yang tadi ditaroh akan dibawa pulang kerumah namun bukan untuk dimakan akan tetapi untuk ditaroh di pintu rumah atau pintu kandang peliharaan baik itu ayam, kambing dan sejenisnya. Ada yang percaya bahwa hal tersebut dilakukan semata-mata agar rumahnya berkah, selamat serta selalu dihindarkan dari musibah.

Itu adalah sebuah tradisi yang telah membudaya dikalangan masyarakat pedesaan tertentu, dimana di desa tersebut masih terdapat kata Pamali dan Mitos. Salah atau benarnya tradisi tersebut hanya Allah SWT yang tahu. Yang utama adalah sebagai orang baragama kita tidak boleh menyekutukan Allah dengan meminta-minta atau memohon bukan kepada Allah SWT.

Kamis, 23 Mei 2013

Belajar sunda: Mengenal angka dalam sunda


Setelah sebelumnya saya memberikan sedikit penjelasan mengenai bagian tubuh manusia, kata yang berhubungan dengan waktu, mengenal warna dalam bahasa sunda, maka kali ini saya akan membahas mengenai angka. Semua tentunya sudah tahu bahwa angka sendiri pada intinya terdiri dari sepuluh yaitu;1,2,3,4,5,6,7,8,9 dan 0.

Dalam negara kita yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan juga bahasa, penyebutan angka ditiap suku bangsa biasanya berbeda. Begitu juga dalam suku sunda, dimana mempunyai penyebutan sendiri, selain itu suku sunda sendiri pada dasarnya memiliki huruf sunda yang dinamakan dengan aksara sunda kuna atau dinamakan juga Ngalagenda.

Kita kembali kepembahasan utama yaitu angka, dalam bahasa Indonesia kita mengenal angka satu, dua, tiga, empat dan seterusnya begitu juga dalam bahasa sunda, bedanya adalah hanya dalam penyebutan saja, sebagai contoh:
-angka satu (indonesia), dalam bahasa sunda yaitu hiji (sunda)
-angka sebelas (indonesia), dalam bahasa sunda yaitu sabelas (sunda)
-angka tiga puluh (indonesia), dalam bahasa sunda yaitu tilu puluh (sunda)
-angka seratus (indonesia), dalam bahasa sunda yaitu saratus (sunda)
-angka seribu (indonesia), dalam bahasa sunda yaitu sarebu (sunda)
Dari contoh di atas kita bisa lihat bahwa penyebutan belas, puluh, ratus dan rebu baik dalam bahasa indonesia mapun dalam bahasa sunda tidak berubah, yang berubah adalah bilangan didepannya. Namun ada juga angka yang penyebutannya sama baik di dalam bahasa indonesia maupun bahasa sunda yaitu dua (2) lima (5) dan tujuh (7).

Untuk lebih jelasnya saya akan memberikan penyebutan angka dalam bahasa sunda, sebagai berikut;
1 bahasa sundanya Hiji
bahasa sundanya Dua
3 bahasa sundanya Tilu
4 bahasa sundanya Opat
5 bahasa sundanya Lima
bahasa sundanya Genep
bahasa sundanya Tujuh
8 bahasa sundanya Dalapan
9 bahasa sundanya Salapan
10 bahasa sundanya Sapuluh
11 bahasa sundanya Sabelas bukan hiji belas
12 bahasa sundanya Dua belas dst
20 bahasa sundanya Dua puluh
100 bahasa sundanya Saratus
101 bahasa sundanya Saratus hiji
1000 bahasa sundanya Sarebu
1 juta bahasa sundanya Sajuta
1 milyar bahasa sundanya Samiliyar
1 trilyun bahasa sundanya Satriliyun

Nah itulah mengenai penyebutan angka dalam bahasa sunda, yang telah lama dikenal dan diucapkan masyarakat sunda. Melestarikan bahasa adalah kewajiban kita sebagai generasi agar tidak punah terbawa jaman.

Belajar sunda: nama warna-warna dalam bahasa sunda


Kali ini saya akan sedikit membahas mengenai warna, ada apa si dengan warna. Semua orang tentunya tahu bahwa warna yang selama ini kita kenal mempunyai beragam warna dan nama. Warna yang kita kenal selama ini pada dasarnya mempunyai warna pokok atau sering disebut dengan warna primer.

Warna primer sendiri terdiri dari warna Merah, Biru dan Kuning sedangkan warna lainnya merupakan campuran ketiga warna tersebut. Kali ini saya tidak akan membahas mengenai campuran warna yang ada, akan tetapi sesuai dengan judul, yaitu penyebutan warna dalam bahasa sunda.

Berikut ini nama-nama warna dalam bahasa sunda yang selama ini kita kenal:
  • Merah dalam bahasa sunda disebut Beureum
  • Biru dalam bahasa sunda disebut Biru
  • Kuning dalam bahasa sunda disebut Koneng
  • Hitam dalam bahasa sunda disebut Hideng
  • Orange dalam bahasa sunda disebut Oranye
  • Hijau dalam bahasa sunda disebut Hejo
  • Ungu dalam bahasa sunda disebut  Gandaria
  • Abu-abu dalam bahasa sunda disebut Hawuk atau Kulawu
Nah beberapa warna diatas adalah warna secara umum yang telah lama dikenal masyarakat pedesaan termasuk masyarakat sunda. Dan seiring dengan banyaknya warna yang ada selama ini, maka penyebutannya secara umum hampir sama dengan bahasa indonesia.

Rabu, 24 April 2013

Happy birthday to me n thank to my friends

Ucapan selamat
gambar : http://alfisyukrina.wordpress.com

Menikmati hidup tanpa memikirkan kemana arah tujuan hidup ini, adalah sebuah kesalahan yang mendasar yang sepatutnya di ubah agar Hidup ini bisa lebih bermanfaat dimasa ini dan yang akan datang. Semakin lama hidup maka semakin berat beban yang harus ditanggung, serta usia juga akan bertambah. Semakin tua semakin matang dalam berpikir, tapi semakin lemah pikirannya dan juga rapuh tubuhnya. 

29 bukanlah angka yang kecil untuk ukuran umur seorang manusia, namun masih banyak yang harus diperbaiki disegala lini dan sisi kehidupan ini. 

"Terima Kasih Saya Ucapkan kepada "sahabat - sahabat yang telah berkenan ikut mendo'akan saya di hari ulang tahun yang ke-29 ini semoga do'a dari kalian bisa menjadi penyemangat untuk menatap hidup jauh kedepan dengan penuh rasa optimis. 

Hanya untaian do'a yang bisa saya berikan, semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, umur yang panjang dan barokah, rijki yang halal dan melimpah, serta senantiasa menjadi umat yang selalu bertaqwa.aamiin......

"17 April 1984 - 17 April 2013"

Dodi Hermawan : Met ulang tahun bro, smoga diberi panjang umur, sehat selalu, dan diberi kelancaran dalam hidup. Amin.....
Sigit Apt : met ultah bro
They' In : happy b'day..
Sam Suga : Met milad ms....
Reny Noverika : Pie b'day mas...sukses slalu y mas...jgan lupa mkan2nya,heheheh
Endang Iezamovic : Wilujeng tepang taun ms bro ^_^ moga sehat n pnjang umur...
Bayu Noy : selamat ultah bro
Re Rendhy : Met molad mas cecep,,mg pnjng umr sht n sukss sllu,,,
Singgih Hendrik Purnomo : Met ultah bro,smg pnjang umur,sehat slalu,diluaskn riskinya ,ditingkatkn iman dan takwany,makin sukses kariernya...amien
Ulunjk Sense : bdy ka
Hapsari Fajar Mumpuni : Happy b'day ya..Panjang umur & sukses slalu..
Bundanya Arkaan AlfaiqJuniawan : Happy milad sukses yaaa,,,,
Arbet Siregar : HBD ya cecep wish u all the best
Tar Sono : hbd pak
Indira Ning : wilujeng milad wish u all the best barakallaah, hitungn usia brtambah brbanding trbalik dg sisa usia qta smoga usia qta dtambahkn dlm kbaikn ksehatn & kberkahn aamiin...
My'rhantie Rantie Aja : Happy B'day ya.... Wish u all the best
Sevira Khairunnisa : Happy B'day Ncev... Wish u All the Best..
Indah Luciana : hbd yaaaa :)
Endom Koestomo Soemirta Poetra : Met ultah mang Cecep, mugi panjang yuswa & sukses selalu...
Aditya Naufala : selamat ulang tahun kang cecep, semoga panjang umur dan serta mulia
Maela Agy Kangen's : HBD
Nie Rini Marhayuni : Met ultah yaaa...
Yadi Mulyadi : HBD
Sekar Kinanti : moga blum tlat aq jg mw ngucapn met milad wish u all the best d kobul sgl kpinginan n sukses dunia akherat
Yuli Maniz : met hri lhir aa,,,smoga suksesss
Nengriaobet Noepangsollehna : Hbd Ɣªª ???
Taufick Hidayatulloh : Sahabatku, pada moment hari jadi ini, perkenankan saya mengirim do'a khusus untukmu: "Ya Alloh, Muliakan sahabatku ini.. Pertebal keikhlasan atas pengabdian dan perjuangannya.. Terima sgala amal baiknya.. Limpah-ruahkan rizqinya.. Jaga kesehatannya.. Tinggikan derajatnya.. Berkahi umurnya.. Kuatkan tali persaudaraan kami.. Kumpulkankami dalam kebaikan.." Amin. Selamat Ulang Tahun, Sobat.. Tambah Umur, moga kian bertambah keberkahan hidup kita. Amin. Salam dari kami sekeluarga. 
=(Moh. Taufick Hidayatulloh, Cilacap dan Keluarga)=
Diah Retnowati : MET ULTAH,,,bahagia dan sukses selalu...
Fitri Anima Najla : Met milad moga makin sukses :-)
Via Dwi Cahyani : happy b day
Febriani Rahmadani: hb
Gilly Yozanfa : Happy Birthday
Ferdi Nandus :happy bday kang cecep... wish u all the best ya kang..
Novita Dewi : wish u a happy birthday..
Turmono Bariq : Assalamualaikum met millad kang
Ayu Dwi Cahya Amalia : met ultah. Sukses n sehat selalu.
Rian Agrianto : Wilujeung tepang taun lur...Geura kawin yeuuuhhh.. :D
Venny Oktavia : Hbd
(*) ´¨) 
¸.•´ ¸.•*¨) ¸.•*¨) ¸.•*¨)
(¸¸.•´ ☆ GOD вĿεŝŝ yσΰ ☆ O:) 
' . (¸¸.•´ (¸¸.•´
Neng Ika  : ◦♥.◦♓@Ƥρ♈•βϊ®†ħƉªƴ°.♡· cep mudah2an cepet nyusul si rian آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِنْ
Yaya Karsan : Hbd Gan..sukses selalu
Ady Kristiyanto : Pibesde
Hanum Sujana :Wilujeng tepang tahun Kaka, barakallah...
IdAh CeRis : Selamat ulang tahuuuuun, Kakaaak. MAkan2. . :D
Buavita Orange : Happy birthday
Endah Susanti : HBD,,,semoga selalu d berikn kesehatan,kesuksesan,keberkahan,,n panjang umur amin
Bid Obib Bae : WTT baraya Barakallah
Agung Nur Hikmah : Met brkurang usia ya om, smga smkin bs mmberikn manfaat utk saudara tmen sahabat dan khususny kedua org tua; makin sehat sLaLu, makin bahagia brsma kLrga, makin bnyak rezeki dan sukses seLaLu ddunia maupun akhirat nanti ya.... SaLam semangat ya Cep
Icel Tasya : Bday semoga tmbh sukses n GBU dech
Dhe-Dhex Iskandar : HBD brow...moga sukses sllu...
Fhera QueenmoglieTrojan : happy birthday maz encep.....panjang umur sehat selalu....cpetan nikah hihihih
Dwi Yuliana Herawati : Selamat Ulang Tahun..semakin suskses!
Karsono Kaspudin : Wilujeng ytepung taun. Mugia Alloh tansah maparin ridho wa barokah-Na.
Komara Tita : Wilujeng tepang taun,,, barakallah
Irma Setiawati :  ◦˚˚°♓ǻρρ♈ϐΐƦ†ђđǻƴ◦°.!! ♥̸̸̸̨̨̨̨̨͡ May God give U Blessing, Healthiness, Longevity and Success..!!•♡.‧:‧♡•˛.◦°◦♥ HAPPY BIRTHDAY...!! •♡.‧:‧♡•˛.◦°◦♥ Wish U all the best...!!!!!♧
Yenny Utami Widiansih : wilujeng tepang taun ...
Abah Gaul Thea : Wilujeung milad ,..
Moch LuQman Al-hakiem : wilujeng tepang taun,mdh2n panjang yuswa,barokah dina sagalana,amiin,
Aditya Pradono : oooooi.. cooooy.. ultah yaaa hehehehehe...met ultah ya coy...
YouYou AZza : happy brithday......moga sukses n bahagia slalu....
Nur Sukmo : wilujeng ulang tahun nyaaaa...
Rina DK : Met Milad....semoga sukses slalu....Amiiiin
Andie Jaloe : met ultah mang,.suksesss . . .
N'thie Fitria MiChan : Happy B'day yaaa.... WUATB
Dede Husen : Hebid mang,
Soraeda Nurfani Citra : met ultah. . .semoga sukses selalu amien. . .
Eros Yunianto Exousia : met ultah cep ...
Yan's Kadoes: Selamat ulang tahun, smg panjang umur, diberkahi rizki, dan sukses selal
Khalid Yogi : selamat ulang tahun mas. semoga sukses selalu. aamiin
A'awr Absyee : HBD lur
Suci'e NoUna Afatie : happy b'day dulurr sukses slaluu bwat mu
Wisnutama Ganesha : met ultah y maz!!

Tag: happy,birthday,ulang tahun,ucapan

Selasa, 02 April 2013

Alat musik tradisional urang sunda #1

Tentunya kurang lengkap jika kita hanya belajar mengenai bahasa sunda akan tetapi tidak mempelajari adat istiadat, kesenian, sejarah dan budaya. Nah kali ini saya akan membahasa sedikit mengenai kesenian sunda, namun yang akan saya bahas adalah alat musik tradisionalnya.

Kita tahu bahwa setiap suku-suku di indonesia memiliki alat musik tradisional yang berbeda akan tetapi ada juga yang hampir sama. Alat musik tradisional ini ada sejak beberapa ratus tahun yang lalu yang telah digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita sejak dulu, ada yang terbuat dari kayu, bambu, kuningan dan juga besi. Berikut ini beberapa alat musik tradisional urang sunda yang masih banyak digunakan, diantaranya:

Angklung
Angklung pada dasarnya merupakan alat musik yang terbuat dari bambu, dimana nada yang dihasilkan karena adanya benturan antara bambu satu dengan lainnya. Bambu yang digunakan dalam proses pembuatan angklung ini adalah jenis bambu hitam (awi hideng) dan bambu putih (awi bodas). Pada beberapa tahun yang lalu angklung termasuk kedalam warisan budaya internasional.

Berdasarkan asal mula terdapatnya, angklung sendiri terdiri dari beberapa jenis diantaranya; angklung kanekes, angklung dogdog lojor, angklung padaeng, angklung sarinande, angklung toel, angklung gubrag, angklung badeng, dan angklung sri-murni. 

Sedangkan menurut jenis dalam menghasilkan suara, angklung di bagi menjadi 6 jenis diantaranya; Angklung melodi kecil, Angklung melodi besar, Angklung akom septim, Angklung akom minor, Angklung ko-akom septim dan terakhir Angklung ko-akom minor. 

Agar lebih enak di dengar biasanya musik angklung dimainkan lebih dari satu orang, hal ini untuk menghasilkan bunyi yang diinginkan sesuai dengan kunci nada. Dan cara memainkannya sendiri bisa dikatakan susah-susah gampang, dan perlu dilatih oleh orang yang sudah mahir menggunakannya.

Apabila anda tertarik dan ingin belajar memainkan angklung mungkin bisa mengunjungi, belajar dan sekaligus berekreasi di sebuah tempat yang berada di kota Bandung yang dinamakan "Saung Angklung Udjo".


Calung
Sama halnya dengan angklung, calung sendiri terbuat dari bahan yang sama yaitu bambu (awi), bambu yang digunakanpun sama yaitu bambu hitam dan bambu putih. Calung merupakan alat musik yang terbuat dari bambu yang disusun menyesuaikan tangga nada, dan cara memainkannya adalah dengan memukul setiap ruas bambu.

Ada beberapa bentuk calung yang sekarang masih terjaga yaitu jinjing, gambang, rantay dan gamelan. Namun yang banyak diketahui orang dan terkenal adalah calung jinjing. Calung jinjing sendiri terbagi kedalam beberapa jenis diantaranya; Calung melodi, Calung pengiring, Calung jenglong, dan Calung besar.

Pada perkembangannya calung dimainkan menjadi sebuah kesenian yang berfungsi sebagai sarana hiburan, dimana pementasan kesenian calung sendiri tidak hanya memainkan sebuah nada/lagu, akan tetapi disajikan atau dikreasikan dengan gerakan dan juga lawakan. Dibeberapa daerah yang masih menjaga kesenian tradisional masih terdapat beberapa group calung yang banyak dipentaskan ketika nada acara hajatan(pernikahan/sunatan).

Bersambung #2

Jumat, 15 Maret 2013

Belajar sunda: Sisipan dalam bahasa sunda


Setelah sebelumnya saya membahas mengenai Awalan  dan Akhiran dalam bahasa sunda kini untuk lebih melengkapi, akan saya bahas mengenai sisipan dalam bahasa sunda. Sisipan sendiri dalam bahasa sunda dinamakan sebagai rarangken.

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu sisipan yang ada dalam bahasa sunda. Sisipan sendiri merupakan imbuhan yang disisipkan ditengah kata dasar. Ada beberapa imbuhan tengah dalam bahasa sunda diantaranya IN, AR dan UM.

Sisipan IN atau disebut dengan rarangken tengah IN
Sisipan IN sendiri bisa kita ditemukan dalam beberapa kata, diantaranya:
a. Sinareng yang berasal dari kata sareng (bersama)
b. Sinambung yang berasal dari kata sambung (menyatukan)
c. Sinatria yang berasal dari kata satria
d. Pinanggih yang berasal dari kata panggih (bertemu)
e. Ginanjar yang berasal dari kata ganjar

Sisipan AR atau disebut dengan rarangken tengah AR
Sisipan AR sendiri bisa kita ditemukan dalam beberapa kata, diantaranya:
a. Gareulis (untuk lebih dari 1 wanita/banyak)  yang berasal dari kata geulis (cantik)
b. Haraseum (untuk lebih dari 1 buah/banyak)  yang berasal dari kata haseum (kecut)
c. Arulin (untuk lebih dari satu/banyak) yang berasal dari kata ulin (bermain)
d. Tareuleum (untuk lebih dari satu/banyak) yang berasal dari kata teuleum (sembunyi ke dalam air)

Sisipan UM atau disebut dengan rarangken tengah UM
Sisipan UM sendiri bisa kita ditemukan dalam beberapa kata, diantaranya:
a. Umaing (egois)  yang berasal dari kata aing (saya)
b. Sumujud (bersujud) yang berasal dari kata sujud
c. Gumantung (bergelantungan) yang berasal dari kata gantung 
d. Gumeulis (merasa dirinya cantik) yang berasal dari kata geulis (cantik)
e. Gumasep (merasa dirinya cakep) yang berasal dari kata kasep (cakep)
f. Sumeblak yang berasal dari kata seblak

Nah itulah beberapa contoh kata yang mendapat sisipan dalam bahasa sunda, dan untuk lebih jelasnya lagi pada kesempatan yang lain akan saya bahas mengenai contoh kalimat sehari-hari yang menggunakan beberapa kata yang mendapatkan sisipan.

Dan jika anda tertarik untuk memulai belajar bahasa sunda atau menambah kosakata bahasa sunda bisa mengunjungi halaman Belajar bahasa Sunda atau beralangganan artikel bahasa sunda yang disediakan dibawah postingan ini.

Google+ Followers

 

Kasundaan

Permainan

Kuliner

Pertanian

Sejarah